PT Pelita Teknologi Global Tbk
8 Feb 2023–7 Feb 2024 · Rp160 → Rp2.250 · BEI ↗
IHSG
IHSG: 6.700 ke 6.100,Mampukah pasar bertahan di atas 6.000?
IHSG turun dari 6.686,44 pada 8 September ke 6.147,86 pada 28 September 2026. Kurs, suku bunga, energi, dan arus modal asing patut dicermati. Jika pasar berbalik naik, sektor mana yang berpotensi memimpin?
Sumber data
Penutupan 8–28 September 2026: 6.686,44 ke 6.147,86 poin. Data historis. 8 Sep ↗
Periksa nilai akhir dan tanggalnya: 28 Sep ↗
Diskusi awal dan keanggotaan komunitas tidak dikenakan biaya.
Enam Saham dengan Kenaikan Mingguan


FORU +133,3%
Perubahan harga FORU selama 18–25 September 2026 sekitar 133,3% dengan harga pembanding yang disesuaikan akibat HMETD. Ini perubahan harga historis, bukan imbal hasil investor.
Baca cara analisisEmpat Sudut Pandang Pasar
Kurs / Komoditas dan energi / Konsumsi / Sektor masa depan
Kurs
Perubahan kurs memengaruhi imbal hasil investor asing dan biaya emiten yang bergantung pada bahan baku impor. Saat mengamati rupiah, perhatikan pula arus dana asing dan margin laba emiten terkait.
Komoditas dan Energi
Perubahan harga komoditas dan energi memengaruhi pendapatan perusahaan sumber daya serta biaya transportasi dan produksi. Bedakan pihak hulu yang diuntungkan dari pihak hilir yang tertekan.
Konsumsi
Saat konsumsi melemah, amati penjualan ritel, daya beli, dan margin kotor perusahaan. Kemungkinan indeks menembus 6.000 poin tetap bergantung pada pergerakan pasar.
Sektor Masa Depan
Untuk mencari sektor yang berpotensi mendorong kenaikan, kaji pertumbuhan laba, valuasi, arus dana, dan perubahan kebijakan, bukan hanya popularitas sesaat.
Setelah Harga Naik, Apa yang Perlu Diperiksa?
Apa kesamaan saham yang menguat pekan lalu? Periksa volume, aksi korporasi, dan risiko sebelum menilai momentum berikutnya.
+65,30%
Median kenaikan enam saham pada daftar di atas, 18–25 September 2026
Cara menghitung median
Yang dihitung: FORU, TRUK, INTD, UNSP, WAPO, dan SMLE. FORU sekitar +133,3% memakai harga pembanding yang disesuaikan karena HMETD; lihat riwayat harga ↗. Dua nilai tengah dari enam perubahan harga adalah INTD +67,48% dan UNSP +63,11%. Mediannya (67,48% + 63,11%) ÷ 2 = 65,295%, dibulatkan menjadi 65,30%. WAPO dan SMLE terakhir diperdagangkan 24 September karena suspensi 25 September ↗. Angka ini bukan kenaikan satu saham atau perkiraan hasil mendatang.
- Volume Transaksi
- Apakah kenaikan volume berlanjut atau hanya terjadi sehari?
- Tren Harga
- Apakah penguatan berlanjut dan volatilitas meningkat?
- Batas Risiko
- Tetapkan ukuran posisi dan syarat keluar sebelum mengejar harga.
Sorotan Arus Modal Asing
Berapa pembelian bersih investor asing pada BBRI, BBCA, dan BMRI tanggal 1 September 2026? Lihat nilainya dan bandingkan dengan periode berikutnya.
- 01BBRIRp838,01 miliarSumber 1 Sep 2026 ↗
- 02BBCARp435,35 miliarSumber 1 Sep 2026 ↗
- 03BMRIRp172,25 miliarSumber 1 Sep 2026 ↗
Tiga Saham dengan Pembelian Bersih Asing
Apa artinya angka ini?
Pada 1 September 2026, investor asing mencatat pembelian bersih pada BBRI, BBCA, dan BMRI. Angka ini menunjukkan nilai beli dikurangi nilai jual investor asing pada hari tersebut, bukan jumlah saham milik institusi asing. Arus dana dapat berbalik pada hari atau periode berikutnya.
Sumber data
Sumber: data Stockbit yang dikutip Databoks, 1 September 2026 ↗. Pada 25 Agustus–24 September, BBCA dan BMRI justru mencatat penjualan bersih asing ↗.
Pantauan Kinerja Harga Emiten
Perubahan harga historis dari harga IPO ke harga penutupan pada tanggal yang tercantum di tiap emiten. Setiap emiten memiliki tanggal dan sumbernya sendiri.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk
8 Mar–8 Sep 2023 · Rp220 → Rp2.400 · BEI ↗PT Indokripto Koin Semesta Tbk
9 Jul 2025–8 Jan 2026 · Rp100 → Rp3.320 · BEI ↗PT Adaro Minerals Indonesia Tbk
3 Jan–4 Jul 2022 · Rp100 → Rp1.680 · Laporan emiten ↗ · Harga historis ↗PT Berkah Beton Sadaya Tbk
10 Mar 2021–9 Mar 2022 · Rp100 → Rp4.040 · Data IPO ↗ · Harga disesuaikan ↗PT Bank Aladin Syariah Tbk
1 Feb–30 Jul 2021 · Rp103 → Rp3.360 · Laporan emiten ↗PT DCI Indonesia Tbk
6 Jan–16 Jun 2021 · Rp420 → Rp59.000 · Laporan emiten ↗ · Harga historis ↗Apa faktor di balik kenaikan harga historis?
Rumus & sumber
Rumus: (harga penutupan ÷ harga IPO − 1) × 100%. Harga historis sebelum split/aksi korporasi; angka dibulatkan. BEBS disesuaikan dari stock split 1:5 pada Desember 2022. Dokumen split BEBS ↗
Pantauan Imbal Hasil Dividen Saham
- 01
MPMXPT Mitra Pinasthika Mustika TbkTTM 30 Sep 2025–29 Sep 2026 · Harga Rp 1.015 · Sumber ↗16,75% - 02
APLIPT Asiaplast Industries TbkTTM 30 Sep 2025–29 Sep 2026 · Harga Rp 278 · Sumber ↗16,19% - 03
LPPFPT MDS Retailing TbkTTM 30 Sep 2025–29 Sep 2026 · Harga Rp 1.575 · Sumber ↗15,87% - 04
BSSRPT Baramulti Suksessarana TbkTTM 30 Sep 2025–29 Sep 2026 · Harga Rp 5.425 · Sumber ↗15,48% - 05
CTBNPT Citra Tubindo TbkTTM 30 Sep 2025–29 Sep 2026 · Harga Rp 2.960 · Sumber ↗15,25% - 06CFINPT Clipan Finance Indonesia TbkTTM 30 Sep 2025–29 Sep 2026 · Harga Rp 354 · Sumber ↗14,20%
- 07
ROTIPT Nippon Indosari Corpindo TbkTTM 30 Sep 2025–29 Sep 2026 · Harga Rp 565 · Sumber ↗14,04% - 08
TRUSPT Trust Finance Indonesia TbkTTM 30 Sep 2025–29 Sep 2026 · Harga Rp 436 · Sumber ↗13,64% - 09
RALSPT Ramayana Lestari Sentosa TbkTTM 30 Sep 2025–29 Sep 2026 · Harga Rp 382 · Sumber ↗13,16% - 10
KKGIPT Resource Alam Indonesia TbkTTM 30 Sep 2025–29 Sep 2026 · Harga Rp 288 · Sumber ↗10,14%
Dapatkah imbal hasil dividen menjadi pertimbangan investasi?
Bagaimana investor ritel memilih emiten yang menggabungkan dividen dan pertumbuhan?
Catatan data
Jendela dividen TTM: 30 September 2025–29 September 2026. Cuplikan harga dan yield 29 September 2026. Data historis ini bukan janji dividen berikutnya. Data TradingView ↗

Pusat Belajar Syailendra
Belajar membaca pasar, bukan sekadar mengikuti harga.Pendampingan pengajar dan asisten untuk membantu Anda memahami keputusan investasi.
Jelajahi tanya jawabBelajar Investasi Bersama Syailendra
Enam pertanyaan yang sering muncul saat memilih saham, mengelola portofolio, dan mengendalikan risiko.
Tentukan tujuan, dana yang siap menanggung risiko, dan cara membaca bisnis serta laporan keuangan.
Tinjau kembali alasan membeli, valuasi, kondisi bisnis, dan batas risiko sebelum mengambil keputusan.
Periksa keterbukaan emiten, laporan keuangan, dan data bursa sebelum mengikuti rumor atau pesan grup.
Bedakan perubahan fundamental dari fluktuasi harga, lalu evaluasi ukuran posisi dan rencana keluar.
Rencanakan ukuran posisi, titik evaluasi, dan batas kerugian sebelum transaksi; jangan mengejar harga hanya karena ARA.
Catat dasar keputusan, pantau volume dan arus kas, lalu tinjau hasil agar keputusan berikutnya lebih terarah.

Ada pertanyaan tentang portofolio Anda?
Diskusikan cara membaca laporan keuangan, valuasi, dan risiko bersama tim Syailendra.

HarnugamaAhmad Solihin
Kenali Manajemen Syailendra
Profil jabatan manajemen berdasarkan informasi yang dipublikasikan Syailendra Capital.

Harnugama
Harnugama tercantum sebagai Chief Marketing Officer dalam profil manajemen resmi Syailendra Capital.

Ahmad Solihin
Ahmad Solihin tercantum sebagai Chief Investment Officer dalam profil manajemen resmi Syailendra Capital.
Profil jabatan: Situs resmi ↗

Bawa pertanyaan pasar Anda
ke dalam diskusi yang terarah.
Bahas tren pasar, emiten yang sedang ramai, dividen dan pertumbuhan, analisis portofolio, serta pengelolaan risiko.